Menemani orang tua dan pendidik untuk mengedukasi generasi muda tentang bullying — lebih mudah, lebih tepat, lebih berdampak.
KPAI mencatat ribuan kasus pelanggaran perlindungan anak setiap tahunnya. Banyak yang tidak pernah terekspos.
KPAI mencatat 87 kasus bullying resmi hingga 2023 — dan masih banyak yang tidak dilaporkan karena korban takut atau tidak tahu harus melapor ke mana.
Data KPAI 2023Riset membuktikan bahwa bullying di usia dini merusak kepercayaan diri anak secara permanen jika tidak ditangani — menghambat potensi terbaik mereka.
Harvard Medical SchoolAnak yang di-bully berpotensi menjadi pelaku bully. Dan pelaku bully yang tidak ditangani berpotensi mewariskan pola yang sama kepada anaknya kelak.
Farrington & Ttofi, 2011Sebagian besar orang tua dan guru tidak memiliki alat dan literasi yang cukup untuk mendeteksi, mencegah, dan merespons bullying dengan tepat.
Gap yang Ditemenin IsiDitemenin hadir sebagai framework pertama yang belum diisi oleh komunitas sosial maupun pemerintah — melengkapi ekosistem yang ada.
✓ Gratis Selamanya
5 modul lengkap — TK, SD kelas 1-2, 3-4, 5-6, dan khusus orang tua & guru — dirancang sesuai usia dan mudah diterapkan tanpa keahlian khusus.
Harian, mingguan, bulanan, dan tahunan — program yang scalable dari 1 sekolah di Yogyakarta hingga seluruh Indonesia pada 2028.
Edukasi tidak berhenti di sekolah. Ditemenin menyediakan panduan khusus untuk orang tua agar gerakan anti-bullying konsisten di rumah dan sekolah.
Disusun berdasarkan 21+ referensi internasional dari Bandura, Olweus, Dweck, Harvard Medical School, dan para pakar terkemuka lainnya.
Setiap modul dirancang spesifik per jenjang — dari cara berbicara, contoh cerita, permainan, hingga lembar observasi anak.
🌱 Usia 4–6 Tahun
Belajar melalui bermain, cerita, lagu, dan permainan. Menanamkan nilai empati dan persahabatan sejak dini.
🦸 Usia 6–8 Tahun
Dari mengenali bullying ke aksi nyata. Anak belajar 4 peran dalam bullying dan bagaimana menjadi pembela yang berani.
💡 Usia 8–10 Tahun
Studi kasus nyata, debat kelas, dan edukasi cyberbullying. Anak mulai berpikir kritis dan memimpin perubahan.
⭐ Usia 10–12 Tahun
Program kepemimpinan puncak. Anak menjadi ambassador yang memimpin gerakan anti-bullying untuk seluruh sekolah.
🔬 Edisi Khusus
Berbasis 21 riset ilmiah. Membantu orang tua & guru menyadari perilaku yang tanpa sengaja merusak self-esteem anak.
Semua modul 100% gratis • Tidak perlu daftar • Langsung download
Rencana besar yang sistematis, scalable, dan berakar kuat — dimulai dari satu sekolah di Yogyakarta.
Membangun kesadaran massal melalui konten edukasi, kolaborasi KOL/influencer, dan kampanye media sosial yang menjangkau 1 juta orang di seluruh Indonesia.
📅 2024 — Sedang BerjalanMengeksekusi program percontohan di 1 TK dan 1 SD Yogyakarta — membuktikan bahwa modul ini efektif sebelum diskalakan ke lebih banyak sekolah.
📅 2025 — BerikutnyaSetelah model terbukti, merekrut dan melatih relawan dari 103+ jaringan universitas untuk mengeksekusi program di seluruh SD se-DIY dan Jawa Tengah.
📅 2026Ekspansi bertahap ke seluruh Jawa (2027) lalu seluruh Indonesia (2028) — dengan program lisensi #BerhakDitemenin yang diakui secara nasional.
📅 2027–2028Menjadi yayasan nasional resmi dengan perwakilan di setiap kecamatan — Komisi Independen Anti-Bullying yang permanen untuk Indonesia Emas 2045.
📅 2029–2045Setiap angka di bawah ini adalah nama anak yang kini tumbuh lebih berani, lebih percaya diri, dan lebih aman.
Dari kampus ke sekolah, dari kota ke desa — relawan Ditemenin bergerak bersama untuk Indonesia yang lebih baik.
Setelah ikut program Ditemenin, anak saya yang tadinya sering menangis tidak mau sekolah, sekarang malah jadi yang paling semangat. Dia bilang mau jadi 'upstander' untuk teman-temannya.
Modulnya luar biasa lengkap dan praktis. Sebagai guru, saya tidak perlu bingung lagi — semua sudah ada panduannya. Bahasa dan pendekatannya juga sesuai dengan usia anak SD.
Sebagai mahasiswa psikologi yang jadi relawan Ditemenin, ini pengalaman paling bermakna. Saya belajar lebih banyak dari teori di kampus — langsung terjun ke lapangan.
Ada banyak cara untuk menjadi bagian dari gerakan ini. Pilih yang paling sesuai denganmu.
Terapkan modul di rumah, ikut workshop, dan jadilah orang tua yang sadar bullying. Cukup 15 menit sehari.
Integrasikan program Ditemenin ke kelasmu. Kami menyediakan modul siap pakai dan dukungan penuh.
Jadilah educator lapangan. Bekerja bersama 1000+ relawan dari 103+ universitas di Indonesia.
Dukung gerakan ini melalui program CSR. Dampaknya terukur, nyata, dan menjangkau ribuan anak.
Kamu sering bikin konten soal parenting, tumbuh kembang anak, atau pendidikan? Pilih topik dari modul Ditemenin yang paling relate — buat konten versi kamu sendiri, lalu tag atau collaboration tag @official.ditemenin. Tidak ada script. Bebas jadi dirimu. Bersama kita jangkau lebih banyak orang tua & guru Indonesia. 💙
Setiap detik yang berlalu adalah kesempatan untuk mencetak satu anak lagi yang tumbuh lebih berani, lebih percaya diri, bebas dari bullying.